Jumat, 02 April 2010

Sanggar SIRIH DARE (Betawi Style & Consultant)


The Joy with The Cultural Heritage


Badan Hukum :


- Notaris Yuliana Petronela, S.H No. 12 Tahun 2007

Disahkan oleh :

Dephukham No. C-3692HT.01.02.TH2007

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

- Dinas Bintal dan Kesos Provinsi DKI Jakarta

- Lembaga Kebudayaan Betawi

Sekretariat :

1. Jl. Mampang Prapatan XI/19 Gang. CITRA Rt.06/04 Jakarta Selatan.

Telp. 021-7987134

Fax : 021-79188015

www.kampungbetawi.com

Email : sirih_dare@yahoo.co.id


Visi

Melestarikan, mengembangkan, mensosialisasikan dan mewujudkan seni dan budaya betawi yang mengangkat martabat, menjalin tali persaudaraan, kepedulian, kekompakan dan kemandirian.


Melayani Konsultasi Budaya Betawi meliputi :


a. Acara Nuju Bulanin

b. Akekah (Ngeke')

c. Sunatan (Penganten Sunat)

d. Hatam Qur'an (Namatin)

e. Melamar

f. Pernikahan

(Ngarak Nanten Betawi) Buke Palang Pintu

g. Tangas dan Mandi Nanten

h. Maulid Nabi Muhammad SAW


Melayani Pertunjukan Musik Betawi :


a. Musik Gambang Kromong

b. Musik Samrah

c. Musik Tanjidor

d. Musik Gambus

e. Musik Kroncong

f. Rebana Biang

g. Rebana Ketimpring

h. Rebana Kasidah

i. Rebana Hadroh

j. Musik Marawis


Melayani Pertunjukan

Tari Betawi dan Nasional :


Melayani Dekorasi Betawi Meliputi :


a. Pelaminan berbentuk Rumah Betawi

b. Kembang Kelape

c. Ondel-ondel

d. Delman Hias Pajang

e. Delman Berkuda

f. Kedai (gubug warung)

g. Aneka Pernik Betawi

h. Kembang Segar


Melayani Pesanan Makanan dan Minuman :

Kerak Telor dan Bir Pletok

Jumat, 28 Agustus 2009

Ondel-Ondel

Ondel-ondel merupakan hasil dari kebudayaan Betawi yang berupa boneka besar yang tingginya mencapai sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu yang dibuat agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau kedok yang dipakaikan ke anyaman bamboo tersebut, dengan kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.
Jenis pertunjukan ini diduga sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam di pulau Jawa dan juga terdapat di berbagai daerah dengan pertunjukkan yang sejenis. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali dikenal dengan nama Barong Landung.
Awal mulanya pertunjukan ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang mengganggu. Namun semakin lama tradisi tersebut berubah menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertontonkan, dan kebanyakan acara tersebut kini di adakan pada acara penyambutan tamu terhormat, dan untuk menyemarakkan pesta-pesta rakyat serta peresmian gedung yang baru selesai dibangun.
Disamping untuk memeriahkan arak-arakan pada masa yang lalu biasa pula mengadakan pertunjukan keliling, “Ngamen”. Terutama pada perayaan-perayaan Tahun Baru, baik masehi maupun Imlek. Sasaran pada perayaan Tahun Baru Masehi daerah Menteng, yang banyak dihuni orang-orang Kristen.Pendukung utama kesenian ondel-ondel petani yang termasuk “abangan”, khususnya yang terdapat di daerah pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya.
Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tertentu, tergantug dari asing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, dan ada yang diiringi dengan pencak Betawi. Adapula yang diiringi Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana ketimpring. Ondel-ondel betawi tersebut pada dasarnya masih tetap bertahan dan menjadi penghias di wajah kota metropolitan Jakarta.

Rabu, 03 Juni 2009

Buka Palang Pintu



Buka palang pintu adalah salah satu adat budaya betawi dalam prosesi pernikahan betawi atau dalam penyambutan tamu-tamu penting. Dalam buka palang pintu ini pesilat dari mempelai pria harus bisa menjatuhkan pesilat dari pihak mempelai wanita. Biasanya dalam buka palang pintu terdapat pula berbalas pantun.